Jangan Mudah Tergiur Travel Haji Murah yang Ditawarkan - Tour and Travel Agency Indonesia
Tour and Travel Agency Indonesia

Jangan Mudah Tergiur Travel Haji Murah yang Ditawarkan

Nusa7travel | Berkaca dari kasus 177 warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Filipina, Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Kemag) Mochammad Jasin mengingatkan agar para calon jemaah haji menempuh cara-cara yang benar dalam mengikuti ibadah. d Jasin mengimbau para calon jemaah haji bersikap selektifalam memilih perusahaan travel penyelenggara haji atau umroh, dan tidak mudah tergiur dengan harga murah atau kecepatan waktu berangkat yang ditawarkan.

 

“Tentunya kewajiban kita untuk mendidik masyarakat bahwa haji adalah misi suci maka cara-caranya pun harus ditempuh dengan cara suci,” kata Jasin dalam konferensi pers di Jakarta, hari Selasa (23/8).

Jasin mengatakan calon jemaah juga harus memastikan travel yang dipilih terdaftar di Kemag dan tidak masuk daftar “peringatan tertulis” atau black list. “Kemag akan memperluas sosialisasi, jangan sampai pergi haji melalui jalur ilegal, sehingga jika ada hambatan maka tanggung jawab sepenuhnya di pemerintah,” katanya.

Jasin mengakui terjadi antrian mengular sampai bertahun-tahun untuk naik haji. Hal itu terutama dipengaruhi karena pemotongan kuota haji untuk seluruh negara, bukan hanya Indonesia, karena renovasi prasarana ibadah di Masjidil Haram sejak tahun 2012. Jika pada 2012, Indonesia mendapat jatah 211.000 dari jalur regular dan khusus (PIHK), namun saat ini dipotong secara signifikan menjadi 168.800.

Menurutnya, prasarana haji di Arab Saudi kemungkinan sudah bisa digunakan pada 2016. Pemerintah Saudi juga ingin menambahkan kuota bagi WNI.

“Tapi pembangunan tahun 2016 belum bersih, maka kemungkinan ditambah tahun 2017,” ujar Jasin.

PromoBisnisTravelUmroh2

Umroh-Gratis

Dia mengatakan pemerintah juga berusaha mengatasi antrian mengular calon jemaah haji. Salah satunya dengan membatasi ibadah haji berulang kali. Bagi mereka yang sudah pergi haji, baru boleh mengulang lagi jika sudah 10 tahun. Ditambah, calon jemaah lanjut usia (lansia) mendapatkan prioritas 5 persen setiap tahunnya.

“Tiap tahun dibuka 5 persen untuk lansia yang mendapat nomor urut kacang tahun berikutnya agar ditarik satu tahun lebih awal,” tambah Jasin.

 

Terkait wacana meminta kuota haji yang tidak terpakai oleh negara lain, Jasin mengatakan kuota tersebut sesungguhnya jatah bagi rakyat negara yang bersangkutan. “Tidak serta merta diberikan kepada jemaah haji dari negara lain, tapi kita punya hubungan multilateral, kesepakatan kerja sama regional bidang ekonomi, sosial, budaya dengan 10 negara ASEAN. Kalau memungkinkan, barangkali, Kementerian Luar Negeri sudah menginisiasi itu,” katanya.

Nusa7Travel memang bukan yang termurah tetapi kami menjamin dan mengutamakan Kenyamanan dan Kekhusyukan jamaah yang menjadi Prioritas Garansi Utama kami. Silakan kunjungi halaman Umroh dan Haji dengan KLIK DISINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *